CIANJUR – Di bawah terik matahari yang menyengat, hamparan lahan di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, mendadak ramai. Bukan sekadar ladang, tapi jadi panggung gotong royong ketika bibit jagung ditabur, seakan menanam bukan hanya biji, melainkan juga harapan baru.
Kepala Desa Ciherang, Acep Haryadi, menggandeng Kabag SDM Polres Cianjur Kompol Faisal, Kapolsek Pacet AKP Amir Said, dan jajaran forkopimcam menjejakkan kaki di lahan baku dan non-baku sawah seluas kurang lebih 4 hektare, Rabu (1/10/2025). Di tanah yang biasanya dipenuhi wortel, hari itu jagung mulai ditanam secara tumpang sari.

“Kegiatan ini adalah kerja sama desa dengan TNI, Polri, dan Balai Pertanian Pacet untuk program ketahanan pangan. Terima kasih atas bantuan benih jagung dan dukungan masyarakat. Semoga jagung yang kita tanam ini tumbuh subur seperti semangat kebersamaan hari ini,” ujar Acep, penuh optimisme.
Acep juga mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya, desa sudah memanen cabai merah 4 ton, bagian dari upaya berkesinambungan menjaga ketahanan pangan.
Pemandangan menarik terlihat saat Kompol Faisal dan jajaran polisi terjun langsung ke lumpur, ikut menanam bersama petani dan TNI.
“Tak apa sepatu kotor lumpur, justru ini jadi bukti bahwa polisi dekat dengan rakyat. Hari ini kami sama-sama berkeringat, sama-sama menanam harapan,” tegas Faisal sambil tersenyum.
Tak ketinggalan, Ketua PKK Desa Ciherang Hj. Liah Anjawati dan Koordinator Balai Pertanian Pacet Ilyas Munawir ikut menanam. Tangan-tangan ibu PKK, aparat, dan petani serentak menancapkan benih di bawah teriknya matahari, seolah menyulam tanah dengan doa dan kerja keras.
Lebih kurang satu jam, kegiatan tumpang sari berjalan lancar. Ditutup dengan foto bersama, namun yang tersisa bukan sekadar gambar, melainkan kenangan bahwa hari itu masyarakat, polisi, TNI, dan pemerintah desa berdiri sejajar menanam benih untuk masa depan.(Rst/TB)






























