Duit Posyandu di Desa Sukajadi Ponsal : Angkanya Beda, Tapi Judulnya Sama?

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 13:46 WIB

5067 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purwakarta jabar,||

Desa Sukajadi,Kecamatan Pondoksalam,Kabupaten Purwakarta, lagi-lagi dana desa jadi bahan bisik-bisik tetangga sambil ngaduk kopi sachet di warung.

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kali ini, yang jadi bahan obrolan panas bukan soal jalan rusak atau lampu mati, tapi soal duplikat anggaran untuk penyelenggaraan Posyandu.

 

Iya, Posyandu yang itu-itu juga, yang dari dulu isinya bubur kacang ijo, timbang bayi, dan ceramah kesehatan.

 

Berdasarkan data yang di himpun (bukan katanya ya, ini data!), tercatat dua angka anggaran untuk kegiatan yang katanya sih sama persis:

1. Rp 16.200.000 untuk Penyelenggaraan Posyandu

2. Rp 40.040.000 untuk Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader)

Hmm, jadi… apa bedanya? Yang satu Posyandu, yang satu Posyandu plus embel-embel?

Atau jangan-jangan ini cuma beda gaya penulisan buat angka yang sama? Tapi kok nilainya jauh banget, beda Rp 23.840.000 loh! Bukan receh.

Publik pun mulai gelisah. Bukan karena gagal dapet bubur tambahan, tapi karena merasa ada yang nggak beres.

 

“Kok bisa satu kegiatan, dua anggaran? Mana yang bener?”

Jangan salah, Posyandu itu kegiatan mulia. Memberi gizi tambahan untuk balita dan ibu hamil, mengedukasi para lansia, dan tentu saja jadi tempat silaturahmi antarwarga.

 

Tapi kalau anggarannya main petak umpet, ya wajar dong kalau publik jadi nyinyir. Kan bukan uang pribadi, itu duit rakyat!

 

Pengelolaan anggaran publik seharusnya jelas, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Bukan malah bikin masyarakat main tebak-tebakan: “Anggaran hari ini, nyata atau khayalan?”

 

Kalau memang ada dua kegiatan berbeda, ya jelaskan. Jangan cuma nulis judul panjang biar kelihatan beda, padahal isinya itu-itu juga. Kalau memang ada kesalahan pencatatan, ya perbaiki.

 

Tapi kalau ini disengaja? Wah, itu sudah masuk kategori akrobat anggaran.

Sudah saatnya Pemerintah Desa Sukajadi buka suara. Jangan cuma diam dan berharap isu ini menguap kayak uap nasi. Warga butuh penjelasan, bukan basa-basi.

 

Dan tolong ya, jangan lagi menganggap masyarakat itu nggak paham. Sekarang orang kampung pun bisa baca laporan keuangan—asal datanya dibuka.

 

Karena kalau anggaran Posyandu saja sudah bikin bingung, gimana kami bisa yakin anggaran lainnya?

Uang rakyat itu bukan mainan. Sekali main sulap, bersiaplah disorot terang.

(Hr)

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:28 WIB

Sulit Ditemui Wartawan, Kebijakan Humas Kemenimipas Alokasi Anggaran Publikasi Diduga Tebang Pilih

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:22 WIB

PW GPA Jakarta: Hoaks Penangkapan Kepala BGN Menyesatkan Publik, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:26 WIB

Rumah Moderasi Bersama Polri Serukan Orang Tua Aktif Melindungi Anak Dari Bahaya Radikalisme Diruang Digital

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:56 WIB

PMAKI Gelar Bimbingan Teknis Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan dan Kepemimpinan Berintegritas

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:41 WIB

Dalam Kaca Mata Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal SH. MH, Diduga Tipikor Rp 3.5 Triliun di Tubuh PT RIAU PETROLEUM : MEDIA ADALAH PESAN UNTUK PRESIDEN RI

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:36 WIB

Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden RI Tugaskan Kementerian Tangani Transaksi Jual Beli Onlen Agar Tipu Tipu Ditangkap!!!

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:49 WIB

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:53 WIB

Ketua Divisi Driver LAI, Sandy: Kebersamaan dan Komunikasi Upaya Cegah Pelanggaran Hukum Bersama Polri

Berita Terbaru