Ucapan yang Mengundang Murka, JIM Desak Ketua DPRD Cianjur Mundur

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Jumat, 5 September 2025 - 13:26 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur – Riak gelombang politik di Cianjur tiba-tiba menguat setelah sebuah pernyataan dari Ketua DPRD Cianjur menjadi sorotan. Ucapannya, yang menyebut bahwa pembubaran DPR harus menunggu keputusan Presiden, dianggap tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi memicu amarah rakyat.

Presedium Jaringan Intelektual Muda Cianjur (JIM) tak tinggal diam. Alief Irfan, sosok yang berdiri di garda depan jaringan ini, menyuarakan kekecewaan yang tegas. Baginya, kata-kata seorang pimpinan dewan tidak boleh asal terucap, sebab ia sedang berbicara atas nama lembaga yang lahir dari mandat rakyat.

“DPR tidak bisa dibubarkan oleh Presiden. Indonesia menganut trias politika, di mana eksekutif, legislatif, dan yudikatif berdiri sejajar. Kalau Ketua DPRD mengatakan ‘menunggu presiden’, itu jelas menyalahi logika politik dan konstitusi,” ungkap Alief dengan nada tajam.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sejak amandemen UUD 1945, aturan mengenai pembubaran DPR telah jelas dan tegas. Presiden tidak diberi ruang sedikit pun untuk melakukannya. Pernyataan Ketua DPRD Cianjur justru dianggap sebagai “celotehan” yang tidak berdasar dan berpotensi memancing keresahan.

JIM pun mengeluarkan ultimatum. Mereka merekomendasikan agar Ketua DPRD segera mundur, atau rakyatlah yang akan menurunkannya. Tidak berhenti di situ, mereka juga bersiap menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat sebagai bentuk desakan.

“Rakyat sudah cukup lelah dengan situasi yang memanas. Jangan sampai ucapan seorang pejabat justru menjadi bahan bakar baru yang membuat api kemarahan membesar,” tandas Alief.

Gelombang kritik ini menjadi tanda bahwa publik kian sensitif terhadap setiap langkah dan kata para pemegang jabatan. Sebab di balik satu kalimat, ada tanggung jawab besar yang harus dipikul: menjaga kepercayaan rakyat.(Rst)

Berita Terkait

PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste
RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:26 WIB

Parkir Liar di Lahan Sengketa Gunung Putri Menjamur Lagi, Polisi Didesak Bongkar Aktor Intelektual

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:20 WIB

Kehadiran Polisi Jaga Kondusifitas Sengketa Lahan di Kota Wisata, Kuasa Hukum Beri Apresiasi

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:59 WIB

Polemik Parkir di Rumah Sengketa Bogor: Ahli Waris Khawatir Kesehatan Terganggu, Polisi Turun Tangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:55 WIB

Kuasa Hukum Ahli Waris Soroti Ketidakhadiran Tergugat

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:06 WIB

Cegah Konflik Sengketa Lahan, Polsek Gunung Putri Bubarkan Sekelompok Orang di Kota Wisata

Senin, 2 Maret 2026 - 15:52 WIB

Skandal Ciangsana: Mediasi Terbukti Fiktif, Oknum Tergugat Diduga Main Hakim Sendiri

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Security Cluster Florence Dipastikan Kondusif, Security Internal Siaga 24 Jam

Sabtu, 28 Februari 2026 - 00:20 WIB

Ponpes Tajul Alawiyyin bersama Polri, Menjaga Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan

Berita Terbaru