Pacet – Seperti aliran sungai yang menghimpun setiap tetes air, Pemerintah Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, berhasil merajut kebersamaan warga dalam puncak acara Gebyar Merdeka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia. Halaman Gedung Desa Ciherang, Senin (18/8/2025), menjadi panggung semarak yang dipenuhi warna, tawa, dan semangat persatuan.
Sejak hari-hari sebelumnya, roda perayaan berputar dengan beragam lomba: voli, tenis meja, bulutangkis, catur, karaoke, hingga pawai pembangunan. Puncaknya, 16 Posyandu se-Desa Ciherang menyalakan bara kebersamaan lewat lomba liwet, seakan nasi hangat yang dimasak dalam satu tungku melambangkan eratnya persaudaraan.

Teriakan paling riuh membuncah saat diumumkan juara lomba karnaval pawai pembangunan. Hadiah utama berupa tiga ekor kambing menjadi sorotan, bagaikan magnet yang menarik perhatian seisi desa. Tahun ini, RT 05 RW 01 berhasil menyabet juara pertama dengan kreasi terbaik, sementara kostum unik para peserta lainnya menebar warna-warni layaknya bunga mekar di musim semi.

Kepala Desa Ciherang, Acep Haryadi, SE, dalam sambutannya menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan cermin dari semangat gotong royong yang diwariskan para pendahulu bangsa.
“Alhamdulillah, dalam rangka memperingati HUT RI ke-80, Pemerintah Desa Ciherang mengadakan berbagai kegiatan lomba sejak sebelum Agustus. Hari ini menjadi puncak acara Gebyar Merdeka, ditandai dengan lomba liwet dari 16 Posyandu. Antusiasme para kader dan masyarakat sangat luar biasa,” ujarnya penuh syukur.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW 01, Ridwan, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian warganya.
“Alhamdulillah, berkat perjuangan dan ide-ide dari ketua pemuda serta kekompakan warga, kami bisa menampilkan yang terbaik hingga meraih juara pertama. Ini bukti bahwa kerja sama adalah kunci kemenangan,” ungkapnya.
Menjelang senja, suasana Desa Ciherang tampak bak lukisan hidup: bendera merah putih berkibar di setiap sudut, senyum anak-anak menyala seperti mentari pagi, dan tawa orang tua bergaung laksana irama gamelan persatuan. Gebyar Merdeka kali ini menjadi bukti bahwa api kemerdekaan masih berdenyut hangat di dada masyarakat, terus menyala, dan tak akan pernah padam. (Rst)






























