Pacet, – Aula Puncak Resort Internasional, Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, pada Jum’at,at (15/8/2025), menjadi saksi langkah awal para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menuju era baru. Dalam kegiatan One Day Training of Entrepreneur (ToE) Responsible Wage Digitization batch pertama, para pelaku usaha seakan diajak menyeberangi jembatan digital menuju sistem pengupahan yang lebih tertib dan bertanggung jawab.
Sebanyak 25 peserta terpilih dari 50 pendaftar hadir dalam pelatihan ini. Mereka adalah para pemilik UMKM dengan rata-rata lima hingga delapan karyawan, yang sudah mulai menapaki jalur digitalisasi. (16/8/2025)

Trainer PLUT, Boby, menjelaskan bahwa modul resmi dari International Labour Organization (ILO) menjadi bekal utama pelatihan. Selama enam sesi, peserta tidak hanya belajar menyusun dokumen sederhana, tetapi juga mempraktikkan transisi digitalisasi, hingga simulasi komunikasi antara pemilik usaha dan pekerja.
“Digitalisasi pengupahan harus ibarat dua tangan yang saling menggenggam, ada kesinambungan antara pemilik dan pekerja, bukan sekadar keinginan sepihak,” ujar Boby.
Ia menambahkan, meskipun regulasi nasional tetap menjadi acuan, penerapan sistem digital pada UMKM harus menyesuaikan dengan kondisi usaha mikro. Platform pembayaran seperti mobile banking dan dompet digital menjadi pintu gerbang menuju perubahan itu.
Pelatihan perdana ini diharapkan tidak berhenti sebatas teori, tetapi menjadi langkah nyata. Seperti benih yang ditanam di tanah subur, diharapkan pelaku UMKM di Cianjur dapat menumbuhkan budaya digital, bukan hanya dalam pemasaran, tetapi juga dalam manajemen pengupahan yang lebih adil dan transparan.(Rst)






























