Cianjur– Memasuki musim hujan yang kerap menjadi pembawa kabar buruk bagi wilayah rawan bencana, Pemerintah Desa (Pemdes) Batulawang, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, bergerak cepat memasang bronjong sementara sebagai tameng bagi tebing rawan longsor di Kampung Ciparaja.
Pjs Kepala Desa Batulawang, Ruri Wijaya, melalui Sekretaris Desa, Ujang Diman, mengibaratkan pemasangan bronjong sepanjang 200 meter itu sebagai “perisai pertama” untuk menahan gempuran tanah dan batu yang kerap jatuh menutup badan jalan.

“Ini langkah darurat. Seperti menahan air dengan telapak tangan, kami berusaha sebisanya agar jalan tidak kembali tertutup longsor saat hujan,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).
Warga setempat mengaku resah, sebab setiap hujan deras, suara runtuhan tanah seolah menjadi alarm bahaya yang tak diinginkan. Sayangnya, penanganan permanen dari pemerintah belum kunjung tiba, membuat kekhawatiran semakin mengendap di hati masyarakat.
Pemdes Batulawang telah berulang kali mengetuk pintu pemerintah setempat agar bantuan bronjong permanen segera direalisasikan. Menurut Ujang, bronjong permanen tak hanya sekadar tumpukan kawat berisi batu, melainkan benteng yang dapat menahan tekanan tanah, air, dan bebatuan agar tidak meluncur ke jalan dan membahayakan pengguna.
“Longsor sudah menghantam sejak Desember 2024. Kami mengajukan permohonan sejak Januari 2025, tapi ibarat surat yang tersangkut di ranting, realisasinya belum juga sampai,” pungkasnya.
Kalau mau, saya bisa buatkan judul yang juga berbau kiasan, supaya langsung menarik di mata pembaca.
Misalnya: “Bronjong Jadi Perisai Tebing, Warga Ciparaja Menanti Benteng Permanen”.(Rst)






























