Menjaga Diri di Kaki Raksasa: Desa Ciloto Siapkan Warga Hadapi Siklus Gunung Gede Pangrango

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Senin, 11 Agustus 2025 - 12:46 WIB

509 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur – Seperti gunung yang diam namun menyimpan bara, Gunung Gede Pangrango kembali jadi bahan perbincangan serius di Aula Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Senin (10/8/2025). Pemerintah Desa Ciloto bersama BPBD Kabupaten Cianjur menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana erupsi gunung api, mengingat sejarah yang tak pernah lupa mencatat siklusnya.

Dalam catatan lama, tahun 1957 menjadi saksi letusan terakhir Gunung Gede Pangrango. Jika benar siklus 71 tahun itu berlaku, maka sekitar tahun 2028, alam bisa saja kembali menunjukkan amarahnya. “Kami ingin masyarakat siap, bukan panik,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cianjur, Muhammad Taufik Zuhrizal, di hadapan para perangkat desa dan perwakilan lembaga desa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, tujuan pelatihan ini adalah memberi panduan nyata: apa yang harus dilakukan saat lonceng bahaya dibunyikan. Peserta yang hadir diharapkan menjadi jembatan informasi, membagikan pengetahuan kepada warga yang, di siang hari, sibuk dengan urusan sawah, ladang, atau pasar. “Saat nanti ada kumpulan warga, pesan ini bisa disampaikan, agar tak ada yang lengah,” tambahnya.

Seolah melengkapi bekal kesiapsiagaan, staf pencegahan BPBD, M. Irfan Fauzi, memperkenalkan aplikasi INARISK Personal yang dapat diunduh gratis di Play Store. Aplikasi ini bagaikan kompas di tengah kabut: memberi petunjuk potensi bencana sesuai titik koordinat pengguna, serta langkah-langkah penyelamatan yang tepat.

BPBD juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali siskamling. Selain sebagai pagar keamanan kampung, siskamling dapat menjadi genderang tanda bahaya. “Kentungan bisa jadi bahasa darurat yang dimengerti semua orang,” ujar Irfan. Satu dentang bisa menyelamatkan nyawa, sebelum suara gunung menggelegar. (Rst)

 

Berita Terkait

Dari Pengguna Sampai Petani Terdampak Narkoba, LSM Desak Sistem Penindakan Dibenahi
Ribuan Jamaah Padati Stadion Galuh Ciamis, Gemakan Sholawat Kebangsaan di Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag Jabar
PSI Jawa Barat Gelar Rakerwil, Targetkan Satu Fraksi di DPRD Kabupaten Bandung Barat pada 2029
Kaesang Pangarep Patok Target Tinggi di Jabar, Minta PSI Raih di Atas 5 Juta Suara
Pemerintah Targetkan 15.000 Hunian untuk Korban Banjir Sumatra Rampung Tiga Bulan
Wakapolres Gayo Lues dan Wakil Bupati Tinjau Jalan Terendam Banjir Susulan di Gayo Lues
Upacara Peringatan Hari Amal Bakti Ke-80 Kemenag Kabupaten Bandung Perkuat Integritas dan Layanan Umat
Sambut Hari Amal Bakti ke-80, Kemenag Kabupaten Subang Perkuat Sinergi demi Indonesia Damai dan Maju

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 02:50 WIB

Akses Jalan Rikit Gaib–Pantan Cuaca Masih Terputus, Polisi Lakukan Pengamanan dan Pantau Perkembangan

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:45 WIB

Wujudkan Swasembada Pangan, Polda Riau Panen Raya Jagung Serentak di Kampar

Senin, 29 Desember 2025 - 18:42 WIB

Kapolda Riau dan Danrem 031/Wira Bima Dorong Penyelesaian TNTN Berbasis Kolaborasi dan Pendekatan Humanis

Senin, 29 Desember 2025 - 14:46 WIB

Kapolda Riau Sampaikan Langsung Rilis Akhir Tahun 2025, Polda Riau Catat Penurunan Kejahatan dan Penguatan Green Policing

Senin, 29 Desember 2025 - 14:06 WIB

SKPK Mengeluh Honor Perjalanan Dinas dan ATK Ditahan Keuangan Gayo Lues

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:57 WIB

PW GPA Sultra Refleksi Akhir Tahun Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Arah Pembangunan Bangsa dan Penegalan hukum di Indonesia

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:48 WIB

Banops TIK Polda Riau Pastikan Kesiapan Teknologi Dukung Operasi Lilin LK-2025

Senin, 22 Desember 2025 - 13:54 WIB

Oknum Ketua RT di Desa Tondonggito Diduga Lakukan Pengancaman Terhadap Warga

Berita Terbaru