Cianjur, – Di balik sunyi dan khidmatnya Makam Pahlawan yang terletak di Jl. Makam Pahlawan, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, tersimpan luka diam-diam. Tempat peristirahatan terakhir para pejuang bangsa itu kini dalam kondisi memprihatinkan, seolah menanti perhatian yang tak kunjung datang.
Atap bangunan utama yang berdiri sebagai naungan penghormatan, kini nyaris roboh, menjadi saksi bisu dari dahsyatnya gempa bumi yang mengguncang Cianjur pada 21 November 2022 silam. Dua tahun berlalu, namun retakan itu belum jua tersentuh upaya pemulihan.

Kondisi ini tak hanya mengganggu estetika tempat suci tersebut, tetapi juga mengancam keselamatan pengunjung serta meredupkan nilai penghormatan terhadap para pahlawan yang dimakamkan di sana.
Ketua RW 15 Sindangsari, Gidion Lumika atau yang akrab disapa Zalu , selaku pengelola makam, menyuarakan harapan agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
“Kondisi bangunan sudah tidak layak, terutama bagian atap yang hampir roboh sejak gempa dua tahun lalu. Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah daerah agar makam pahlawan ini bisa diperbaiki dan kembali layak sebagai tempat penghormatan,” ujar Gidion saat ditemui Kamis (7/8/2025).
Suara serupa juga digaungkan oleh warga sekitar. Mereka berharap tempat yang menjadi simbol pengorbanan dan sejarah bangsa ini tak dibiarkan rusak begitu saja.
Masyarakat menilai bahwa Makam Pahlawan bukan sekadar lahan pekuburan, melainkan monumen sejarah yang merekam jejak pengorbanan dan semangat juang generasi terdahulu. Maka sudah semestinya, pemeliharaan dan perhatiannya menjadi bagian dari tanggung jawab kolektif, termasuk pemerintah.
Kini, makam para pahlawan itu seperti mengetuk nurani, menunggu janji bangsa untuk tetap menjaga kehormatan mereka yang telah gugur demi kemerdekaan. (Rst)

































