Cianjur — Seolah tak lagi mampu membendung gejolak hati, puluhan warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, mendatangi Kantor Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur di Jalan Raya Bandung, Sabandar, Karangtengah, Kamis (7/8/2025). Mereka menuntut jawaban atas hilangnya jejak pembangunan yang dijanjikan—jalan yang seharusnya terbentang, justru bak jalan kenangan, tak pernah terlihat wujudnya.
Dengan langkah tegap dan suara lantang, warga menyuarakan keresahan. Mereka mempertanyakan ke mana larinya anggaran Rp300 juta yang digelontorkan untuk pembangunan jalan desa. Alih-alih melihat hasil pembangunan, yang tampak hanyalah jalanan rusak dan janji yang menguap di antara kabut pegunungan Naringgul.

“Kami tidak melihat tanda-tanda pembangunan. Kalau dananya ada, ke mana perginya? Jalan tetap begitu-begitu saja,” keluh salah satu warga dalam audiensi.
Menanggapi gelombang keresahan ini, Inspektur Irda Kabupaten Cianjur, Endan Hamdani, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga. Aspirasi diterima, dan data akan dikumpulkan untuk pendalaman lebih lanjut.
“Kami sudah menerima aduan ini dan sedang mendata seluruh poin hasil audiensi. Laporan lengkap dijadwalkan akan masuk ke kami Senin depan,” ujar Endan saat diwawancara oleh wartawan Besinfo di ruang kerjanya.
Warga sendiri telah menyampaikan sembilan poin aduan, mencakup kerusakan infrastruktur, keluhan pelayanan kesehatan, hingga penanganan bencana. Semua keluhan ini ibarat bara dalam sekam—diam-diam menyala, kini mulai menuntut jawaban terang.
Murjani S., Irban 3, menambahkan bahwa Irda sudah lebih dulu mengundang kepala desa dan perangkatnya untuk memberikan klarifikasi, dan hari ini giliran masyarakat sebagai pelapor yang didengar.
“Jika nanti ditemukan indikasi penyalahgunaan dana, tentu kami akan menindaklanjuti sesuai prosedur dan hukum yang berlaku. Dana publik bukan warisan pribadi. Harus jelas jejaknya,” tegas Murjani.
Warga Wangunjaya kini menanti, apakah suara mereka hanya akan terhempas angin, atau benar-benar menjadi awal dari terbukanya tabir anggaran desa yang selama ini misterius. (Rst)






























