Cianjur, – Asap pekat dari pembakaran sampah liar di area belakang Gedung DPRD Kabupaten Cianjur menodai jalannya rapat penting pembentukan komposisi pimpinan dan anggota Badan Musyawarah (Bamus) DPRD masa jabatan 2024–2029. Insiden ini terjadi pada Senin (4/8/2025) pukul 14.40 WIB, tepat saat para wakil rakyat tengah membicarakan masa depan daerah.
Pantauan media di lokasi menggambarkan kondisi lingkungan yang memprihatinkan. Lahan kosong di belakang gedung dipenuhi semak belukar dan tumpukan sampah tak terurus. Aktivitas pembakaran liar tak hanya mengotori udara, tetapi juga menciptakan bau menyengat yang menyusup ke ruang rapat, mengganggu konsentrasi dan kenyamanan para anggota dewan.(6/8/2025)

Ironi pun menyeruak. Gedung yang seharusnya menjadi simbol ketertiban dan perencanaan pembangunan daerah, justru memperlihatkan wajah kumuh di balik megahnya dinding rapat. Situasi ini menimbulkan sorotan publik terhadap lemahnya pengelolaan fasilitas oleh Sekretariat DPRD (Setwan), yang seharusnya menjadi garda depan dalam memastikan kenyamanan dan keamanan lingkungan kerja para wakil rakyat.
Salah seorang staf internal yang enggan disebut namanya mengungkapkan, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. “Rumput tinggi, sampah menumpuk, bahkan pernah ada ular masuk ke ruang anggota dewan. Sampah itu mestinya dibuang ke TPA Mekarsari, bukan dibiarkan jadi pemandangan sehari-hari,” ujarnya.

Kritik datang pula dari tokoh Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Cianjur, Abdul Kodir Majid. Ia menegaskan bahwa Gedung DPRD merupakan wajah pemerintahan daerah. “Ketika insiden seperti ini terjadi, itu indikasi kelalaian dari pihak pengelola. Kalau nanti ada tamu dari luar daerah, apa tidak malu?” katanya.
Menurutnya, solusi dari permasalahan ini sebenarnya sederhana: pengelolaan dan kontrol yang konsisten. “Anggaran sudah jelas ada, tinggal bagaimana Setwan mengatur dan memastikan pelaksanaan di lapangan. Gedung DPRD bukan tempat bermain, tapi tempat berpikir dan bekerja untuk rakyat,” tegasnya.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat DPRD khususnya Kepala Bagian Pemeliharaan belum memberikan keterangan resmi.
Masyarakat pun menyerukan agar DPRD Cianjur tidak hanya sibuk dalam urusan politik dan legislasi, tetapi juga memperhatikan hal-hal mendasar seperti kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja. Sebab, kepercayaan publik bukan hanya dibangun dari keputusan politik, tetapi juga dari keseriusan dalam hal-hal kecil yang mencerminkan tanggung jawab dan keteladanan.(Rst)






























