BANDUNG — Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi (SOS.Baksil) merupakan buah gagasan dari Drs. Anang Sumarna, saat menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Departemen Pariwisata, Seni, dan Budaya (DIPARDA) Provinsi Jawa Barat. Terinspirasi oleh kecintaannya terhadap seni dan ketertarikannya pada olahan bambu sebagai medium, ia mengusulkan dibentuknya wadah berkesenian yang dapat menampung aktivitas kreatif para seniman. (31/7/2025)
Lokasi yang dipilih pun bukan sembarangan — Babakan Siliwangi, sebuah kawasan hijau yang sejak lama telah menjadi ruang ekspresi bagi maestro-maestro seni rupa Indonesia, seperti Affandi, Hendra Gunawan, R. Kartono, Sudjana Kerton, Wahdi, G. Sidharta, Popo Iskandar, hingga Roedyat Martadiradja. Tempat ini dianggap sakral secara artistik dan kultural, menjadikannya titik ideal untuk pengembangan pusat kesenian.

Gagasan tersebut disambut antusias oleh para seniman Bandung. Dalam sebuah pertemuan pada 7 Desember 1982 di Jalan Cipaganti No. 151-153, para tokoh seni sepakat memberi nama tempat ini Sanggar Olah Seni (SOS). Resminya, SOS.Baksil didirikan pada 11 Desember 1982, dan diresmikan oleh Joop Ave, Dirjen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi saat itu. Rd. Tohny Joesoef dipilih sebagai ketua pertama sanggar.
Rd. Tohny Joesoef: Sosok Pemimpin dan Pendidik Seni
Rd. Tohny Joesoef (1933–2001) bukan hanya seniman, melainkan juga seorang pendidik. Sebelum memimpin SOS.Baksil, ia telah lebih dahulu mendirikan Sanggar Ligar Sari ’64, sebuah lembaga pendidikan seni rupa informal di Bandung. Di bawah kepemimpinannya, Sanggar Olah Seni tak hanya menjadi ruang ekspresi dan apresiasi, tapi juga menjadi pusat pendidikan seni dan penguatan nilai sosial budaya.
Tohny menanamkan kedisiplinan organisasi dan semangat berprestasi kepada seluruh anggota dan siswa sanggar. Ia mendorong kegiatan belajar melukis, pameran seni rupa keliling di berbagai daerah, serta menjadikan sanggar sebagai jembatan antara seniman dan masyarakat. SOS.Baksil pun tumbuh sebagai komunitas seniman yang hidup dan progresif, mewarnai dinamika kesenian di Bandung dan Jawa Barat. (Rst)






























