Janda Tua Hidup di Sebuah Gubuk Reyot Tak Pernah Tersentuh Bantuan dan Program Pemerintah

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Senin, 21 Juli 2025 - 11:59 WIB

5066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

CIANJUR, – Seorang janda lansia di Kampung Tegallega Desa Talagasari Kecamatan Sindangbarang hidup di sebuah gubuk reyot. Sebagai warga yang hidup di bawah garis kemiskinan, wanita tua ini tidak pernah tersentuh bantuan apapun.

Dia adalah Abu Samsah (80) warga Kampung Tegallega Desa Talagasari Kecamatan Sindangbang. Wanita ini hidup miskin dan serba kesusahan. Dia tinggal sebatang kara di rumah yang sudah tidak layak huni. Meski tergolong miskin, nenek ini belum juga tersentuh bantuan program dari pemerintah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditemui dirumahnya, Minggu (20/7/2025) siang, anak abu Samsah Herman (43) membenarkan jika ibunya kurang lebih hampir 4 tahun ini ibunya tidak pernah mendapatkan bantuan Bahkan dari pemerintahan desa tak kunjung melihat kondisi ibunya, yang benar- benar harus mendapatkan bantuan.

“Bantuan dari pemerintah tidak pernah ada. Namun yang anehnya, orang lain mendapatkan bantuan ibu saya tidak dapat,” ungkapnya.

Dengan kondisi yang memprihatinkan, kata anaknya, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kadang mendapatkan dari para tetangga, warga yang peduli bahkan ustad. Harapan satu satunya adalah adanya kepedulian Pemerintah untuk ikut membantu agar ibunya bisa mendapatkan bantuan.

” Dihari lahir kabupaten Cianjur ini, saya berharap agar kepedulian pemerintah dapat melihat kondisi ibu saya dan menurunkan bantuan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RW Kampung Tegallega Desa Talagasari Supar saat dikonfirmasi mengatakan, Abu Samsah sudah mendapatkan bantuan, namun bantuan tersebut tidak diterima. Dirinya tidak mengetahui penyebab Abu Samsah tidak menerima bantuan tersebut.

“Bantuan pernah ada, namun tidak diterima oleh Abu Samsah, kata Supar dari bilik teleponnya.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh keluarga Supiandi, warga Kampung Kiaramenyan Desa Sirnagalih. Suhena mewakili suaminya mengungkapkan, selama hampir 4 tahun terakhir bantuan dari pemerintah tidak kunjung diterima. Sebelumnya kata dia, pernah mendapatkan bantuan berupa PKH dan BPNT. Namun saat ini tidak lagi mendapatkan bantuan.

“Hari jadi kabupaten Cianjur ini, saya berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk kami yang benar- benar membutuhkan,” pungkasnya.(Rst)

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 20:09 WIB

Koperasi Merah Putih di Jambi Hadapi Tantangan Keberlanjutan dan Tata Kelola

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dua Dugaan Skandal Di Dinkes: Publik Desak Kejari Purwakrta Usut Tuntas PLTS Dan BOK

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Musim Kemarau Panjang Picu Kebakaran Hutan Lindung Gunung Burangrang Purwakrta

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:54 WIB

Dituduh Gelapkan Dana Desa, Kepala Desa Rindu Hati Siap Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:38 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:10 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:38 WIB

Aksi Demo Jilit II, Kesal Karena Selalu Dibohongi, Puluhan Masa Jemur BH Wanita di Depan Pintu Masuk Polrestabes Medan

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:22 WIB

Diduga Langgar UU Lambang Negara dan Intimidasi Pers, Kelakuan Oknum Pemdes Sumber Sari Pemantik Kemarahan GWI

Berita Terbaru