Penyelidikan Epidemiologi Kasus Keracunan Makanan di Kota Bandung

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Jumat, 2 Mei 2025 - 07:41 WIB

5062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kota Bandung – Dinas Kesehatan Kota Bandung menutup sementara dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Dipati Ukur sebagai langkah penyelidikan kasus keracunan makanan yang menimpa 324 siswa SMPN 35 Kota Bandung.

Penyelidikan Epidemiologi

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Nabar Hadian, menyebutkan bahwa penutupan sementara dapur MBG tersebut sebagai salah satu langkah untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. “Kami meminta dapurnya berhenti memproduksi sementara sampai kita selesai melakukan penyelidikan epidemiologi,” ucap Nabar.

Kasus Keracunan Makanan

Kasus keracunan makanan tersebut terjadi pada Rabu, 30 April 2025, dan menyebabkan 324 siswa SMPN 35 Kota Bandung mengalami gejala keracunan makanan, seperti mual, muntah, dan diare.

Penyelidikan Higienitas
Penutupan dapur MBG tersebut juga merupakan langkah penyelidikan higienitas terkait dapur MBG tersebut. “Kami belum membuktikan kalau kemungkinannya sih banyak, kalau dari terutama memang aspek higenis mulai dari bahan dasar, kemudian bahan dasar masuk ke dapur, sampai bahan itu jadi siap disajikan semuanya punya resiko, terkontaminasi bakteri,” imbuh Nabar.

Tindak Lanjut

Dinas Kesehatan Kota Bandung berkoordinasi dengan Koordinator MBG Kota Bandung terkait tindak lanjut dari kasus keracunan makanan MBG di SMPN 35 Kota Bandung. “Kami akan melakukan inspeksi lebih mendalam terkait ini,” kata Nabar.

Pemantauan

Dinas Kesehatan Kota Bandung juga akan terus memantau kasus keracunan makanan tersebut dan berkoordinasi dengan pihak sekolah, puskesmas, rumah sakit, serta fasilitas kesehatan lainnya. “Kita juga sedang melakukan konfirmasi ke rumah sakit dan puskesmas sekitar Dago, kalau ada yang keracunan makanan, kalau ada pasien masuk ke rumah sakit dengan gejala keracunan makanan, tolong segera lapor kepada kami,” pungkas Nabar. ( Rst )

Berita Terkait

PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste
RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:19 WIB

70 TKA Tak Dideportasi, Disinyalir Ada Permainan

Selasa, 14 April 2026 - 21:26 WIB

Galian Kabel Optik di Jalan Lingkar Sukatani Abaikan K3, Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 8 April 2026 - 21:38 WIB

“No Money, No Project!” Terungkap 154 Paket Proyek Mengalir Ke SRJ di Tahun 2024

Rabu, 8 April 2026 - 08:56 WIB

Apresiasi Mengalir untuk KPK dan PN Tipikor Bandung Atas Pengungkapan Kasus Korupsi APBD Bekasi

Sabtu, 4 April 2026 - 13:50 WIB

Polisi Bantah Langgar SOP, Kegagalan Disebabkan Tak Ada Pejabat Eksekutif Temui Pendemo

Kamis, 2 April 2026 - 13:01 WIB

LAKUMHAM DPC PKB Kota Bekasi Mundur, Sebut Visi Tak Sejalan Hingga Masalah Moral Internal

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:08 WIB

Gelar Dialog Kebangsaan di Cibarusah, Kang Fuad: Majelis ASTA CITA Adalah Jembatan Ulama dan Pemerintah

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:41 WIB

Dugaan Jalur Tikus PMI di Imigrasi Bekasi Terbongkar? 

Berita Terbaru