Cianjur – Kumpulan Relawan Pengurangan Risiko Bencana (Kawan PRB) Kabupaten Cianjur, melaksanakan rapat kordinasi (rakor) rutin berkala di kawasan Perkebunan Teh Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Sabtu (15/2/2025).
Ketua Kawan PRB Kabupaten Cianjur, Budi Santoso menjelaskan, kegiatan rapat kordinasi rutin tim siaga bencana digelar setiap bulan dengan berbagai macam agenda. Khusus pada rapat kordinasi kali ini, kami sepakat memutuskan bahwa rapat kordinasi ke depannya akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.
“Rapat kordinasi diputuskan akan dilaksanakan tiga bulan sekali, pertimbangannya karena waktu dan kegiatan masing-masing anggota yang cukup padat, karena anggota Kawan PRB kebanyakan dari perangkat desa,” jelasnya.
Budi mengatakan, keberadaan Kawan PRB dapat memberikan andil yang cukup besar ketika terjadi bencana, baik di wilayah Kabupaten Cianjur maupun luar wilayah Kabupaten Cianjur.

“Kami siap berkontribusi terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana, termasuk masyarakat yang terkena musibah di luar Cianjur, seperti ke Sumedang dan Bandung. Termasuk emergency response ke Cianjur Selatan,” ujarnya.
Kepala Desa Ciputri, Nia Novi Hertini mengatakan, tim siaga bencana (TSB) Desa Ciputri terbentuk atas dasar komitmen bersama antara NGO Yakkum Emergency Unit (YEU) dengan Desa Ciputri, pasca kita mengalami bencana gempa bumi tahun 2022.
Nia berharap dengan adanya tim siaga bencana (TSB) di Desa Ciputri, masyarakat sudah mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
“Bukan kita mengharapkan ada bencana, tapi minimal begitu ada bencana masyarakat sudah tahu apa yang harus dilakukan secepatnya untuk mitigasi bencana,” katanya.
(Rst)
































