Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Minggu, 19 April 2026 - 15:58 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-4024x1784-0-0-{}-0-24#

0-4024x1784-0-0-{}-0-24#

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

 

*BANDUNG* – Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kebudayaan RI dan Komisi X DPR RI menggelar Forum Refleksi 71 Tahun Konferensi Asia Afrika di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu (19/4/2026).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Forum bertema “Budaya sebagai Bahasa Universal dan Pilar Ketahanan Nasional” ini menghadirkan tiga narasumber utama:

Ledia Hanifa Amaliah, Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Komisi X yang membidangi Pendidikan, Pemuda, Olahraga, Ekonomi Kreatif, dan Pariwisata

Anton, Perwakilan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, kementerian yang dipimpin Menteri Fadli Zon

Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung periode 2025-2030, dilantik 20 Februari 2025

Budaya Bukan Sekadar Seremoni

Ledia Hanifa Amaliah  menegaskan ketahanan nasional tidak bisa hanya bertumpu pada kekuatan militer dan ekonomi.

“Kekuatan sebuah negara sering diukur dari militer dan ekonomi. Tapi kita lupa, budaya justru menyimpan potensi besar. Ketahanan nasional dibangun bukan hanya oleh kekuatan ekonomi dan militer, tapi juga budaya,” ujar Ledia.

Ia mengkritik penyempitan makna diplomasi budaya. “Budaya bukan hanya tukar menukar makanan, tukar menukar baju. Budaya adalah bahasa universal. Dari budaya lahir ekspresi, jembatan, dan solidaritas. Ini yang harus kita realisasikan dalam politik,” tegasnya.

Ledia menyebut semangat Dasasila Bandung relevan menghadapi konflik global hari ini. “71 tahun lalu negara-negara baru merdeka dengan keragaman budaya datang menunjukkan keberpihakan: tidak memihak blok. Proklamasi Dasasila Bandung penting. Budaya bisa jadi solusi konflik hari ini,” katanya.

Identitas untuk Bergandengan, Bukan Bersaing

Anton dari Kementerian Kebudayaan RI menyoroti munculnya kembali politik kekuatan di panggung global.

“Saat ini mulai muncul lagi sejumlah kekuatan yang merasa lebih daripada negara-negara lain. Ini semestinya tidak terjadi. Kita sudah berhasil dengan KAA dan Dasasila Bandung,” kata Anton.

Menurutnya, identitas sosial harus jadi alat pemersatu. “Setiap negara pasti menunjukkan identitas sosialnya. Identitas itu bukan untuk menunjukkan saya lebih dari yang lain, tapi bagaimana identitas itu kita pergunakan untuk bergandengan tangan membangun dunia yang lebih baik,” ujarnya.

Anton menegaskan posisi Indonesia. “Indonesia bisa jadi jembatan. Budaya sebagai tahun menjadikan lagi. Dibawa ayah bapana yang bagaimana kita realisasikan dalam politik? Itu tugas kita,” pungkasnya.

Bandung: Ibu Kota Diplomasi Budaya

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Jalan Asia Afrika dan Savoy Homann adalah simbol hidup diplomasi Indonesia.

“Bersama Pak Wali ada beberapa kali kita ngomong tentang budaya. Ini menarik. Kenapa seringkali kita mengukur kekuatan negara pasti dari militer, tapi lupa budaya itu senjata lunak yang besar,” ujar Farhan.

Mantan Anggota DPR RI Fraksi NasDem periode 2019-2024 itu membuka pintu kolaborasi. “Budaya menggabungkan dua hal: harta dan martabat. Ini resep bagaimana suatu negara punya ketahanan di percaturan global. Bandung terbuka. Silakan, Savoy Homann, Balai Kota, kita pakai untuk diskusi seperti ini,” katanya.

“Kegiatan seperti ini harus ditingkatkan. Di mana nanti kumpul, silakan. Bandung selalu terbuka lebar. Jangan perlakukan Bandung cuma seremoni. Ini diplomasi nyata,” tegas Farhan.

Dari Bandung untuk Dunia

Forum ini menegaskan: 71 tahun pasca KAA 1955, Dasasila Bandung tetap relevan. Tiga narasumber sepakat, di tengah dunia yang kembali terpolarisasi, diplomasi budaya adalah jalan tengah Indonesia.

“Bukan hanya harta yang kita utamakan, tapi bagaimana kiranya budaya jadi solusi. Indonesia bisa menjadi fasilitator,” tutup Ledia Hanifa Amaliah.

(Red) **

Berita Terkait

Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste
Siliwangi Santri Camp, Sekjen Kementan, Dr Suwandi, Ketahanan Pangan, MBG, Kodam III Siliwangi, Santri, Hilirisasi
Silaturahmi Gaya Siliwangi: Pangdam Kosasih Gaungkan “Dua Tangan” di Halal Bihalal FKPPI Jabar
RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
IKEA di King’s Shopping Center Jadi Sinyal Positif Revitalisasi Pusat Kota Bandung
Adu Otak Anak SMK: Maxim x Disdik Jabar Gelar Kuis Cerdas Cermat di Bandung
Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 15:58 WIB

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Sabtu, 18 April 2026 - 16:05 WIB

Siliwangi Santri Camp, Sekjen Kementan, Dr Suwandi, Ketahanan Pangan, MBG, Kodam III Siliwangi, Santri, Hilirisasi

Kamis, 16 April 2026 - 18:53 WIB

FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota

Kamis, 16 April 2026 - 16:19 WIB

IKEA di King’s Shopping Center Jadi Sinyal Positif Revitalisasi Pusat Kota Bandung

Kamis, 16 April 2026 - 14:52 WIB

Adu Otak Anak SMK: Maxim x Disdik Jabar Gelar Kuis Cerdas Cermat di Bandung

Selasa, 14 April 2026 - 16:08 WIB

Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar

Senin, 13 April 2026 - 13:43 WIB

Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 12 April 2026 - 17:14 WIB

Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif

Berita Terbaru

BEKASI

JEJAK SETAPAK PELAYAN RUMAH TUHAN

Minggu, 19 Apr 2026 - 09:50 WIB

BEKASI

70 TKA Tak Dideportasi, Disinyalir Ada Permainan

Jumat, 17 Apr 2026 - 19:19 WIB