Akhir Tahun dan Potret Buram Tata Kelola: Dari Deforestasi hingga Mandi Korupsi

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 03:16 WIB

50133 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Salfin Tebara, S.Ap.

(Ketua HIMA-Sultra Bidang Informasi dan Komunikasi)

Menjelang akhir tahun, publik kembali dihadapkan pada ironi yang terus berulang. Di tengah harapan akan perbaikan tata kelola pemerintahan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, berbagai persoalan lama justru kembali mengemuka.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deforestasi yang tak kunjung terkendali, bencana alam yang datang silih berganti, serta maraknya kasus korupsi yang terungkap di penghujung tahun menjadi potret buram perjalanan bangsa. Kondisi ini menuntut refleksi mendalam, bukan sekadar seremoni penutup tahun.

Deforestasi hutan masih menjadi akar persoalan yang kerap diabaikan. Pembukaan lahan atas nama pembangunan dan investasi sering kali mengorbankan kelestarian lingkungan. Hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyangga kehidupan perlahan berubah menjadi komoditas ekonomi jangka pendek.

Akibatnya, keseimbangan ekosistem terganggu dan daya dukung lingkungan semakin melemah. Dalam konteks ini, kerusakan hutan bukan semata persoalan ekologis, melainkan persoalan serius tata kelola dan keberpihakan kebijakan publik.

Dampak deforestasi tersebut nyata dirasakan melalui meningkatnya frekuensi bencana alam. Banjir, longsor, dan kekeringan seolah telah menjadi agenda tahunan di berbagai daerah.

Bencana kerap dipersepsikan sebagai takdir, padahal banyak di antaranya merupakan konsekuensi dari kelalaian manusia dan lemahnya pengawasan pemerintah. Perencanaan tata ruang yang abai serta minimnya upaya mitigasi menunjukkan bahwa pembangunan masih belum sepenuhnya berorientasi pada keberlanjutan.

Di sisi lain, penghujung tahun juga kerap diwarnai dengan terbongkarnya kasus-kasus korupsi. Fenomena yang dapat disebut sebagai “mandi korupsi” ini semakin menegaskan bahwa praktik korupsi telah mengakar dan sulit diberantas.

Lebih memprihatinkan, korupsi tidak jarang terjadi di sektor-sektor strategis, seperti pengelolaan sumber daya alam dan penanggulangan bencana. Ketika anggaran yang seharusnya digunakan untuk melindungi rakyat justru diselewengkan, penderitaan masyarakat pun menjadi berlapis.

Benang merah dari berbagai persoalan tersebut terletak pada lemahnya tata kelola pemerintahan, khususnya di tingkat daerah. Pemerintah daerah memiliki kewenangan besar dalam pengelolaan sumber daya alam dan perencanaan pembangunan.

Namun, tanpa integritas, transparansi, dan sistem pengawasan yang kuat, kewenangan tersebut justru berpotensi disalahgunakan.

Refleksi akhir tahun seharusnya menjadi momentum untuk membenahi arah kebijakan publik. Pembangunan tidak boleh lagi mengorbankan lingkungan dan keselamatan masyarakat demi kepentingan jangka pendek.

Pemberantasan korupsi pun harus ditempatkan sebagai prioritas utama, bukan sekadar respons setelah kasus mencuat ke ruang publik. Tanpa komitmen yang serius, upaya pelestarian lingkungan dan penanggulangan bencana akan terus berjalan di tempat.

Pada akhirnya, refleksi akhir tahun ini menjadi pengingat bahwa deforestasi, bencana alam, dan korupsi merupakan persoalan yang saling terkait. Menyelesaikannya membutuhkan keberanian politik, tata kelola yang bersih, serta partisipasi aktif masyarakat.

Harapan akan tahun yang lebih baik hanya akan terwujud jika refleksi ini diterjemahkan ke dalam tindakan nyata, bukan sekadar catatan penutup kalender tahunan.

Berita Terkait

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Keras! DPP LIPPI Sebut Pernyataan Saiful Mujani Berpotensi Makar, Dorong Aparat Tangkap
Hati-hati Operasi Dorong Kenaikan BBM, Diduga Bermuatan Politik untuk Melemahkan Pemerintahan Presiden Prabowo
Ketum IWO Indonesia Ajak Masyarakat Awasi Kinerja Mitra Program Makan Bergizi Gratis
Waspada Penunggang Gelap! Lewat Kasus Aktivis KontraS, Framing Kepada Panglima TNI
Skandal Kecil di Muscab PKB Bogor
Tuntunan Tahlil Lengkap: Arab, Latin, dan Terjemah
ALL STAR, Memiliki Peran Sosial Dalam Mencegah Konflik & Tawuran Remaja
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:19 WIB

70 TKA Tak Dideportasi, Disinyalir Ada Permainan

Selasa, 14 April 2026 - 21:26 WIB

Galian Kabel Optik di Jalan Lingkar Sukatani Abaikan K3, Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 8 April 2026 - 21:38 WIB

“No Money, No Project!” Terungkap 154 Paket Proyek Mengalir Ke SRJ di Tahun 2024

Rabu, 8 April 2026 - 08:56 WIB

Apresiasi Mengalir untuk KPK dan PN Tipikor Bandung Atas Pengungkapan Kasus Korupsi APBD Bekasi

Sabtu, 4 April 2026 - 13:50 WIB

Polisi Bantah Langgar SOP, Kegagalan Disebabkan Tak Ada Pejabat Eksekutif Temui Pendemo

Kamis, 2 April 2026 - 13:01 WIB

LAKUMHAM DPC PKB Kota Bekasi Mundur, Sebut Visi Tak Sejalan Hingga Masalah Moral Internal

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:08 WIB

Gelar Dialog Kebangsaan di Cibarusah, Kang Fuad: Majelis ASTA CITA Adalah Jembatan Ulama dan Pemerintah

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:41 WIB

Dugaan Jalur Tikus PMI di Imigrasi Bekasi Terbongkar? 

Berita Terbaru