Polrestabes Medan Diminta Hadirkan Saksi Yoga dan Putri Mutiara Dalam Sidang Prapradilan Kasus Korban Pencurian Yang Disuruh Polisi Nangkap Pelaku Disulap Jadi Tersangka !

PAJAJARAN UPDATE

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:30 WIB

5074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan |  Tim kuasa hukum korban pencurian yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Ramses Hotman Butar-butar, S.H. dan Syahputra Ambarita, S.H., mendesak Polrestabes Medan untuk menghadirkan saksi Yoga dan Putri Mutiara dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Medan.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026.

“Kami meminta agar Polrestabes Medan menghadirkan seluruh saksi yang mengetahui langsung kejadian di lokasi, termasuk terkait adanya perintah dari penyidik Polsek Pancur Batu, Brigadir Shinto Zelmana Sembiring, yang menyuruh klien kami mengamankan pelaku pencurian. Banyak kejanggalan dalam proses penyidikan hingga klien kami ditetapkan sebagai tersangka,” ujar tim kuasa hukum usai sidang, Selasa (5/5/2026).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ramses, sejumlah saksi yang telah mereka temui justru menyatakan tidak pernah terjadi pengeroyokan maupun penyetruman saat pelaku diamankan di Hotel Kristal pada 23 September 2025. Bahkan, pihak hotel yang turut melihat kedua pelaku pencurian diamankan menyebut tidak ada tindakan kekerasan dan penyetruman.

“Dari informasi yang kami peroleh, tidak pernah terjadi pengeroyokan ataupun penyetruman. Namun anehnya, dua saksi yakni Yoga dan Putri Mutiara yang awalnya berada di posisi korban untuk membantu korban justru memberikan keterangan yang memberatkan klien kami. Padahal di dalam vidio di kamar 22 terlihat Yoga juga turut membawa pelaku keluar dari kamar nomor 22 namun Yoga tidak dijadikan tersangka sementara keluarga korban yang ikut mengamankan pelaku dijadikan tersangka,” jelasnya.

Kuasa hukum juga mengungkapkan kronologi bahwa sebelum penangkapan, korban bersama keluarga sempat bertemu dengan penyidik di sebuah kafe di depan Perumahan Royal Sumatera pada 23 September 2025 sekitar pukul 15.00 wib (sore). Saat itu, mereka menunggu informasi dari Putri Mutiara yang memancing pelaku untuk bertemu.

Setelah informasi diperoleh dari Putri Mutiara dan disampaikan kepada penyidik, penyidik memerintahkan korban bersama keluarga untuk berangkat ke Hotel Kristal untuk mengamankan pelaku dan menyerahkannya kepadanya. Dalam proses tersebut, Yoga disebut ikut terlibat dalam pengamanan pelaku di Hotel Kristal. Sementara Yoga ini tidak kenal dengan korban pencurian bagaimana bisa dia ikut bersama korban ke hotel untuk mengamankan pelaku berarti kan ada perintah kepada nya makanya dia ikut mengamankan pelaku ?

“Setelah pelaku diamankan di kamar 22 bersama sebuah pisau tajam diserahkan kepada penyidik di pos pertama, saat itu Putri Mutiara berteriak bahwa ada rekan pelaku di kamar sebelah. Klien kami Persadaan Putra kemudian berlari sendiri ke kamar 24, sementara yang lain tetap di pos. Jadi, jadi bagaimana mungkin kedua saksi tersebut melihat adanya pengeroyokan di dalam kamar nomor 24 ?” tegasnya.

Tim kuasa hukum menekankan pentingnya kejujuran dalam memberikan keterangan di bawah sumpah di persidangan. dalam hal ini Polisi juga ikut ke hotel bersama korban bahkan sebelum bertindak mereka kordinasi dengan penyidik yang menangani laporannya.

“Jika ditemukan adanya keterangan palsu, kami berharap Majelis Hakim bertindak tegas. Sesuai ketentuan hukum tanpa ragu ragu, saksi palsu dapat dipidana berat, jika nantinya ditemukan adanya keterangan palsu dari saksi, kami berharap majelis hakim bertindak tegas. Sesuai Pasal 373 KUHP, saksi palsu dapat dipidana hingga 7 tahun penjara, bahkan 9 tahun jika merugikan terdakwa dalam perkara pidana,” tegasnya.

Kuasa hukum berharap majelis hakim dapat memeriksa perkara ini secara objektif dan menyeluruh., klien kami awalnya diperintahkan untuk mengamankan pelaku ini seharusnya diberikan penghargaan karena membantu aparat dalam mengamankan pelaku pencurian. Namun korban malahan dilaporkkan oleh pihak pelaku pencurian dan status korban pun berubah seperti “disulap” menjadi tersangka dugaan penganiayaan dan keluarganya masuk dalam Dpo Polrestabes Medan.

“Kami berharap Majelis Hakim teliti dalam menilai keterangan saksi. Klien kami menjadi tersangka atas dugaan yang menurut kami tidak pernah terjadi. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, tidak ada tindakan pengeroyokan saat pelaku pencurian diamankan, bahkan menurut klien kami surat tanda serah terima tersangka diduga dipalsukan oleh penyidik, dimana klien kami menjelaskan bahwa saat dirinya menandatangi surat tersebut dituangkan dalam surat kondisi kedua pelaku diserahkan dalam keadaan baik baik dan tidak ada memar dan surat itu diparaf halaman pertama dan ditanda tangan oleh klien kami, namun saat klien kami diperiksa di Polrestabes Medan surat itu berubah isinya dan tidak ada paraf pada halaman pertama,” tutup tim kuasa hukum.

Latar Belakang Kasus

Sebelumnya, kasus ini menjadi sorotan publik setelah seorang korban pencurian di kawasan Pancur Batu justru ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Tidak terima, korban mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Medan.

Permohonan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 37/Pid.Pra/2026/PN Mdn, yang ditujukan kepada Polrestabes Medan atas dugaan kesalahan prosedur dalam penetapan tersangka.

Kasus ini pun mendapat perhatian luas masyarakat dan disebut telah menjadi atensi Komisi III DPR RI bahkan penangguhan korban pencurian yang jadi tersangka merupakan atas atensi Ketua Komisi III DPR RI Dr. Habiburokhman,SH,MH. Bahkan kasus viral ini disebut sebut juga sudah sampai ke Presiden Prabowo Subianto.

“Kami berharap Pengadilan Negeri Medan memberikan keadilan yang seadil-adilnya kepada korban pencurian yang dijadikan tersangka karena disuruh penyidik mengamankan pelaku pencurian. Kejadian ini membuat masyarakat takut membantu aparat karena khawatir justru jadi tersangka karena membantu petugas mengamankan pelaku tindak pidana dan pelaku pencurian,” ujar salah seorang warga usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Medan.(*)

Berita Terkait

Police Go To Campus: Ditlantas Polda Riau Edukasi 150 Mahasiswa STIKES Payung Negeri Soal Keselamatan dan Lingkungan
Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Lapas Labuhan Ruku Tegaskan Komitmen Transparansi Informasi
Tembus 4 Ton, Polsek Tapung Hilir Sukses Kawal Panen Jagung 6 Desa Dukung Ketahanan Pangan
Keluarga Tahanan Fanny Ismail Terima Kematian Dengan Ikhlas, Lapas Labuhan Ruku Bantah Pemberitaan Negatif
Dukung Kemandirian Warga Binaan, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara Serahkan Alat Tenun di Lapas Labuhan Ruku
Wartawan Korban Pencurian di Pancur Batu Disulap Jadi Tersangka, Polrestabes Medan Dipraperadilan, Masyarakat : Tolong Berikan Keadilan Bagi Korban Pencurian !
Pemberitaan Mencederai Lapas Labuhan Ruku – Kalapas Laporkan ke Dewan Pers, YLBH-CNI Siap Hukum
Tanggapi Isu Negatif, Kalapas Labuhan Ruku Pastikan Dugaan Narapidana Kendalikan Narkoba adalah Hoaks

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:17 WIB

Kapolda Aceh Apresiasi Kekompakan Polres Aceh Tenggara, Kunjungan Kerja Berlangsung Penuh Kehangatan dan Semangat Kebersamaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:00 WIB

Kapolda Aceh Kunjungi Polres Gayo Lues dalam Rangka Kunjungan Kerja, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:30 WIB

Sigap di Tengah Bencana, Personel Polsek Lawe Sigala-gala Bantu Warga Melintas di Lokasi Banjir Bandang

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:20 WIB

Patroli Malam Polres Aceh Tenggara, Wujud Nyata Hadirnya Polisi Jaga Keamanan Masyarakat

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:56 WIB

Ahmad Soadikin: Produksi Jalan Terus, Tapi Sanksi Tak Pernah Benar-Benar Ditegakkan pada PT Rosin

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:58 WIB

Truk Diduga Angkut Gondorukem Terjun ke Jurang di Agara, Nopol Ditutup, Lokasi Dijaga Ketat

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:37 WIB

PT Rosin Terus Dipersoalkan, Sanksi Resmi Pemerintah Belum Menghapus Kesan Kebal Hukum

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:09 WIB

Kekompakan Forkopimda Aceh Kunci Pemulihan dan Pembangunan

Berita Terbaru