Menolak Lupa: Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Senin, 10 November 2025 - 21:03 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Rencana penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional memicu gelombang penolakan dari berbagai kalangan. Sejumlah aktivis, akademisi, dan masyarakat sipil menilai langkah tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap sejarah dan penderitaan korban pelanggaran hak asasi manusia di masa Orde Baru.

Eman mengatakan, Soeharto memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade melalui kekuasaan yang represif. Berbagai tragedi seperti Tragedi 1965–1966, Penembakan Misterius (Petrus), hingga kekerasan terhadap mahasiswa dan masyarakat sipil pada 1998 menjadi catatan kelam yang belum tuntas diusut hingga kini.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, laporan Transparency International tahun 2004 menempatkan Soeharto sebagai salah satu pemimpin paling korup di dunia, dengan dugaan kerugian negara mencapai US$ 15–35 miliar. Bagi banyak pihak, memberi gelar “pahlawan” pada sosok yang meninggalkan jejak pelanggaran dan korupsi berarti menghapus memori korban serta mencederai nilai keadilan sejarah bangsa. Tutup Eman

Laporan : Redaksi

Berita Terkait

Diduga Langgar UU Lambang Negara dan Intimidasi Pers, Kelakuan Oknum Pemdes Sumber Sari Pemantik Kemarahan GWI
Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dampingi Petani Rawat Cabai
80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat
Deklarasi Bersejarah di Kota Bogor: Pelajar STM/SMK Bersatu Lawan Tawuran, Bullying dan Narkoba
Polres Gayo Lues Gelar Olahraga Bersama Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau Terima Penghargaan Dari KI Riau
Personel Gabungan Diterjunkan, Penanganan Banjir di Gayo Lues Berjalan Cepat dan Terukur
Pantastis! Biaya Perlengkapan Sekolah di SMPN1 Indralaya Jadi Sorotan Publik, Orang Tua Keluhkan Beban Hingga Rp2,5jt Terbukaan Rincian Harga Tak Ada?

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:01 WIB

PKC PMII Jawa Barat Soroti Paradoks Pembangunan, Angka Anak Tidak Sekolah hingga Program MBG

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:48 WIB

BADKO HMI Jawa Barat Gelar HMI GEMBIRA, Tebar Kebahagiaan Lewat Aksi Sosial

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:12 WIB

Profesor Sutan Nasomal Sangat Mengapresiasi Penertiban Bangunan Lahan Melanggar Peruntukan Namun Jangan Lupakan Isi Perut Nasib Korbannya Di Jawa Barat

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:45 WIB

Founder Rumah Saraswati: Generasi Muda Agar Tidak Terjebak Dalam Tindakan Anarkis

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:59 WIB

Dedi Mulyadi Buka Konvensi Lions Indonesia 2026: Event Ini Dorong Ekonomi Bandung

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kajati Jabar Pimpin Upacara HUT PERSAJA ke-75, Tegaskan Komitmen Integritas Insan Adhyaksa

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:14 WIB

I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:45 WIB

160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua

Berita Terbaru