PERLIBAS GAYO: “Konstitusi Dilecehkan, Sumber Daya Digerogoti, Kapolda Aceh dan Gakkum Harus Bertindak!”

PAJAJARAN UPDATE

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025 - 15:46 WIB

5086 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh  8 November 2025 — Pemerhati Lingkungan Budaya dan Sosial (PERLIBAS) GAYO melalui Koordinator Aksi Syahputra Ariga menegaskan bahwa konflik administratif, lingkungan, dan sosial budaya yang disebabkan oleh ketidakpatuhan dua perusahaan asing yang beroperasi di Tanah Gayo hingga kini belum menemukan titik penyelesaian yang konkret dari pemerintah maupun kementerian terkait.

Kedua perusahaan asing tersebut, yaitu PT Jaya Media Internusa (JMI) dan PT Rosin Trading Internasional, diduga kuat telah melakukan pelanggaran terhadap sejumlah regulasi lingkungan hidup dan perizinan usaha.

Padahal, dinamika dan permasalahan ini telah mendapat perhatian dari aparat penegak hukum serta dinas terkait di tingkat kabupaten, provinsi, hingga kementerian. Namun, pemberian sanksi yang seharusnya ditegakkan atas pelanggaran berulang justru masih tertunda tanpa kepastian.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal pada 22–23 Oktober 2025, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Gayo Lues, Pemerintah Provinsi Aceh, serta Gakkum KLHK Wilayah Sumatera,dan beberapa Dinas terkait telah melakukan rapat koordinasi dan inspeksi lapangan terhadap dua perusahaan tersebut.
Hasil sidak menunjukkan bahwa PT JMI dan PT Rosin Trading Internasional masih melakukan berbagai pelanggaran, sehingga dinyatakan belum layak untuk beroperasi.

Namun ironisnya, berdasarkan temuan lapangan terbaru, kedua perusahaan ini diduga tetap melakukan aktivitas pembelian dan pengolahan getah pinus tanpa kelengkapan izin resmi.
Hal ini menimbulkan pertanyaan serius.

“Apakah karena mereka perusahaan asing, sehingga bisa semena-mena dan seolah kebal terhadap hukum di Republik ini?”

Oleh sebab itu kami PERLIBAS GAYO mendesak Kapolda Aceh untuk segera melakukan tindakan hukum atas dugaan pelanggaran tersebut.
Selain itu, Gakkum KLHK bagian Verifikasi diminta untuk segera mengeluarkan rekomendasi penetapan sanksi kepada Gakkum bagian Penindakan, guna memastikan kedua perusahaan ini mendapat hukuman maksimal sesuai tingkat pelanggaran.

Tidak hanya itu, PERLIBAS juga menduga adanya ketidaksesuaian data antara laporan penjualan ke pemerintah daerah dan laporan ekspor ke Bea Cukai, yang berpotensi mengandung unsur pelanggaran pidana korupsi, manipulasi laporan, dan perbuatan melawan hukum.

Oleh karena itu, PERLIBAS mendesak KPK dan aparat penegak hukum lainnya untuk mengusut tuntas dugaan ketidakwajaran laporan ekspor dan potensi kerugian negara akibat aktivitas ilegal kedua perusahaan tersebut.

Kami tidak pernah menolak investasi dalam bentuk apa pun. Bahkan kami memberikan karpet merah bagi siapa pun yang ingin berinvestasi di daerah kami.
Namun investasi harus patuh pada regulasi, menghormati konstitusi, dan menjaga ekosistem sosial masyarakat Gayo,”
tegas Syahputra Ariga mewakili PERLIBAS GAYO.

Perusahaan ini seharusnya mengetahui dan mematuhi aturan sesuai dengan

1. UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3): “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

2. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), khususnya:

Pasal 36 ayat (1): Setiap usaha wajib memiliki izin lingkungan sebelum beroperasi.

Pasal 69 ayat (1): Dilarang melakukan kegiatan yang menyebabkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan.

Pasal 97 & 98: Pelanggaran dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana.

3. Pergub Aceh No. 15 Tahun 2023 tentang Pedoman Pengolahan dan Pengeluaran Getah Pinus:

Mengatur kewajiban perizinan, pelaporan, dan tata kelola hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan.

4. UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terkait potensi manipulasi data penjualan dan ekspor yang dapat merugikan keuangan negara.

Karenanya kami PERLIBAS GAYO menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh tebang pilih.
Ketaatan terhadap konstitusi dan undang-undang adalah harga mati.
Negeri ini tidak boleh tunduk pada kepentingan modal asing yang merusak tatanan sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat Gayo, Aceh dan Indonesia. (Rls)

Berita Terkait

Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, Kodim 0113/Gayo Lues Salurkan Bantuan Sembako kepada Warakawuri dan Masyarakat Kurang Mampu
Negara Diuji Di Geumpang, Mampukah Menegakkan Hukum Tanpa Kompromi Atau Kalah Oleh Setoran
Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja
Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih
Kapolres Agara Lepas Karnaval Budaya, Warna-Warni Tradisi Semarakkan Hari Jadi Ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara
SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku
Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit
Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 15:14 WIB

Cimahi WFH Tiap Jumat, 75% ASN di Rumah

Senin, 15 Desember 2025 - 00:19 WIB

Pemkot Cimahi Salurkan Bantuan Biaya dan Peralatan Sekolah

Kamis, 4 Desember 2025 - 10:12 WIB

Edukasi Pembuatan SIM di Polres Cimahi: Petugas Bimbing Warga Isi Formulir Pendaftaran

Rabu, 5 November 2025 - 16:00 WIB

Peresmian Pemasangan Jaringan Pipa dan Sambungan Rumah Air Minum di Kelurahan Cigugur Tengah Cimahi*

Minggu, 2 November 2025 - 15:26 WIB

Disbudparpora Cimahi Hadirkan Ajang Inspiratif bagi Generasi Muda dan Pelaku Ekraf

Sabtu, 26 April 2025 - 17:33 WIB

Festival Campernik Cimahi 2025: Kolaborasi Budaya, Ekonomi, dan Masyarakat untuk Membangun Kota yang Sejahtera

Jumat, 28 Maret 2025 - 04:32 WIB

Pemerintah Kota Cimahi Sosialisasikan DAK Bidang Sanitasi Tahun 2025

Minggu, 2 Februari 2025 - 16:09 WIB

Fokus Sinkronisasi Program Walikota Terpilih, Mariana Fitriana Dilantik Menjadi PJ Sekda Gantikan Budi Raharja

Berita Terbaru