Kab.Bandung- Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama yang diperingati hari ini menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen pelayanan bagi jajaran Kementerian Agama Kabupaten Bandung. Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, H. Asep Saefulloh, S.Ag., menegaskan bahwa HAB tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi sarana evaluasi kinerja aparatur dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
H. Asep Saefulloh menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Bandung atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini. Ia juga memotivasi pegawai untuk terus meningkatkan kinerja serta kualitas diri. Menurutnya, penghargaan Satya Lencana merupakan hak ASN sebagai bentuk pengakuan negara, sehingga seluruh aparatur diharapkan mampu menjaga nama baik kelembagaan yang diemban.
Penguatan integritas menjadi perhatian utama yang ditekankan Plt. Kakankemenag Kabupaten Bandung tersebut. Kejujuran, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap regulasi disebut sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama harus bekerja secara jujur, profesional, dan berintegritas, mengingat pelayanan yang diberikan langsung bersentuhan dengan kepentingan umat.
Selain integritas, penguatan moderasi beragama juga menjadi agenda strategis Kementerian Agama Kabupaten Bandung. Menurut H. Asep Saefulloh, moderasi beragama memiliki peran penting dalam menjaga toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Upaya memperkuat program moderasi beragama diharapkan mampu menciptakan suasana kehidupan beragama yang harmonis dan saling menghormati.
Ia juga mendorong peningkatan sinergi dan kebersamaan, baik di internal Kementerian Agama Kabupaten Bandung maupun dengan Pemerintah Kabupaten Bandung. Kekompakan antarpegawai, khususnya dalam pelayanan administrasi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA), dinilai sangat menentukan kualitas pelayanan publik. Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan ASTA PROTAS Kementerian Agama 2025–2029, yang mencakup penguatan kerukunan, layanan keagamaan berdampak, hingga digitalisasi tata kelola.
Menutup pernyataannya, H. Asep Saefulloh menyampaikan terima kasih atas kolaborasi antara Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung, dan Baznas Kabupaten Bandung. Ia mengapresiasi capaian sertifikasi tanah wakaf sebanyak 321 bidang di Kabupaten Bandung sebagai hasil kerja sama lintas sektor. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan Kementerian Agama Kabupaten Bandung yang profesional, berintegritas, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.**






























