Pajajaranupdate.com—Jakarta, Sabtu (27/12) — Himpunan Mahasiswa Muna Raya–Jakarta (HIMMARAJAKARTA) menyampaikan apresiasi atas kinerja Ridwan Bae, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, atas kontribusi dan perhatiannya dalam mengawal pembangunan Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ismail Ode, Ketua HIMMARAJAKARTA. Ia menilai Ridwan Bae selama ini konsisten memperjuangkan aspirasi daerah, khususnya melalui jalur kebijakan dan pengawalan anggaran pemerintah pusat.
“Sebagai mahasiswa daerah, kami melihat secara langsung bahwa peran anggota DPR RI sangat menentukan dalam membuka akses pembangunan di daerah. Ridwan Bae telah menunjukkan komitmen tersebut, khususnya bagi Kabupaten Muna,” ujar Ismail Ode.
Ismail menyoroti sejumlah kontribusi yang patut diapresiasi, di antaranya pengawalan anggaran Instruksi Presiden (Inpres) untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Muna. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu pemerintah daerah, terutama di tengah keterbatasan fiskal.
Selain itu, perhatian terhadap sektor pertanian, khususnya upaya mendorong perbaikan sistem irigasi di Kecamatan Parigi, dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
“Saya melihat Bapak Ridwan Bae serius dalam mengawal anggaran Instruksi Presiden untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Muna. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, hal ini sangat membantu pemerintah daerah. Perhatian beliau terhadap perbaikan irigasi di Kecamatan Parigi juga menunjukkan keberpihakan pada kesejahteraan petani,” lanjutnya.
Tidak hanya pada sektor infrastruktur dasar, HIMMARAJAKARTA juga mengapresiasi dorongan terhadap revitalisasi pasar rakyat serta dukungan terhadap rencana pembangunan Jembatan Muna–Buton. Menurut Ismail, kebijakan tersebut bersifat jangka panjang dan memiliki dampak besar terhadap konektivitas wilayah serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Muna.
“Selain infrastruktur, kami melihat beliau sangat serius mendorong penataan pasar rakyat dan berkomitmen pada rencana pembangunan Jembatan Muna–Buton. Ini merupakan langkah visioner untuk memperkuat konektivitas dan menggerakkan ekonomi masyarakat Muna ke depan,” ungkapnya.
Meski demikian, Ismail menegaskan bahwa apresiasi tersebut tidak menghilangkan fungsi kritis mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial. Ia berharap seluruh kebijakan dan program yang diperjuangkan dapat direalisasikan secara transparan, tepat sasaran, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami berharap kinerja positif ini terus ditingkatkan dan dibarengi dengan pengawasan publik yang kuat, termasuk dari kalangan mahasiswa,” pungkasnya.






























