CIANJUR, CIPANAS – Sore itu, Rabu (14/10/2025), udara di Kampung Sindanglayung, Kecamatan Cipanas, yang biasanya tenang, mendadak bergemuruh oleh suara warga. Seorang pria paruh baya, AN alias Ajo (45), menjadi pusat perhatian, bukan karena prestasi, melainkan karena ulahnya yang mencoreng nama kampung sendiri.
Diduga telah berulang kali mencuri pakaian dalam wanita milik tetangga, Ajo akhirnya tak bisa mengelak setelah rekaman CCTV menampilkan gerak-geriknya secara jelas.

Puluhan warga Babakan Cisarua, ditemani ketua RT dan RW, langsung mendatangi rumah pelaku dengan amarah yang nyaris meluap.
“Beberapa minggu ini sering hilang pakaian dalam wanita. Istri saya juga sempat kehilangan. Setelah dicek, ternyata pelakunya orang dekat sendiri,” ungkap YS, salah satu warga yang menjadi korban.
Kejadian ini ibarat noda kecil yang menodai kain kebersamaan warga. Kampung yang biasanya hangat dengan sapa, kini dingin oleh rasa malu dan kekecewaan.
Di hadapan warga, Ajo mengakui perbuatannya. Dengan nada lirih ia beralasan, tindakannya didasari rasa kesal karena sering tak disapa saat melewati wilayah Babakan Cisarua.
Namun bagi warga, alasan itu justru menambah getir.
“Kesal boleh, tapi jangan sampai menjerumuskan diri pada perbuatan memalukan. Kami masih memberi kesempatan agar dia sadar dan tak mengulanginya lagi,” ujar YS dengan nada tegas.
Untungnya, amarah warga tak berubah menjadi amuk. Ajo selamat dari bogem massa, namun tak bisa mengelak dari tatapan sinis dan rasa malu yang kini menempel lebih lekat dari apapun.
Peristiwa ini menjadi bahan perbincangan hangat di Cipanas. Dari warung kopi hingga gang sempit, kisah ini menyebar seperti asap arang di sore hari tipis, tapi menusuk.
Warga berharap, kejadian serupa tak terulang lagi. Sebab sekali aib tersiar, nama baik sulit kembali seperti semula.(Tb)
































