Pantastis! Biaya Perlengkapan Sekolah di SMPN1 Indralaya Jadi Sorotan Publik, Orang Tua Keluhkan Beban Hingga Rp2,5jt Terbukaan Rincian Harga Tak Ada?

PAJAJARAN UPDATE

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:40 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indralaya, – Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih berat bagi sebagian masyarakat pada tahun 2026, muncul keluhan dari sejumlah orang tua siswa terkait biaya perlengkapan sekolah bagi peserta didik baru di SMP Negeri 1 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut keterangan sejumlah wali murid, setelah dinyatakan diterima melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), mereka diwajibkan menyiapkan biaya perlengkapan sekolah yang nilainya berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta per siswa. Biaya tersebut disebut harus dilunasi dalam waktu yang telah ditentukan.

Salah seorang orang tua siswa mengaku cukup terkejut dengan besarnya biaya yang harus disiapkan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aku ketemu Rp3 juta, sisa Rp200 ribu untuk jajan dan kebutuhan lainnya. Anak laki-laki diterima di SMP itu, biayanya sekitar Rp2,4 juta. Kalau perempuan sekitar Rp2,5 juta. Asli terasa berat,” ungkapnya menggunakan dialek daerah.

Orang tua tersebut juga menjelaskan bahwa pembayaran biaya perlengkapan sekolah dapat dilakukan secara tunai maupun melalui rekening bank. Menurutnya, sebagian wali murid menerima rekening tabungan beserta kartu ATM dari Bank Sumsel Babel untuk keperluan pembayaran tersebut.

Menurutnya, biaya tersebut baru mencakup paket perlengkapan yang disediakan sekolah. Sementara itu, orang tua masih harus menyiapkan berbagai kebutuhan lain seperti seragam putih-biru, seragam pramuka, sepatu, tas, buku tulis, alat tulis, dan perlengkapan penunjang sekolah lainnya.

“Itu baru biaya perlengkapan dari sekolah. Belum lagi beli baju putih-biru, pakaian pramuka, sepatu, tas, buku dan kebutuhan lainnya. Pokoknya lemas saya memikirkan biayanya,” ujarnya.

Sementara orang tua lainnya menyebut biaya yang diminta berbeda sesuai jenis kelamin siswa.

“Kalau anak saya diminta sekitar Rp2.445.000 atau hampir Rp2,5 juta. Kalau untuk anak perempuan sekitar Rp2.485.000,”* ujarnya singkat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket perlengkapan sekolah yang disediakan terdiri dari 10 item, yakni almamater, baju batik, baju muslim, dasi, ikat pinggang, tiga pasang kaos kaki, atribut pangkat atau lencana, jilbab untuk siswi, rompi, dan baju olahraga.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PPWI Ogan Ilir, Fidiel Castro, menyampaikan bahwa harga perlengkapan sekolah pada umumnya dapat bervariasi tergantung kualitas bahan, lokasi, dan kebijakan masing-masing sekolah.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman yang pernah ditemuinya dalam pengadaan perlengkapan sekolah, kisaran harga paket perlengkapan untuk tingkat SMP umumnya berada pada rentang Rp700 ribu hingga Rp1,5 juta per siswa, tergantung spesifikasi dan kualitas barang.

“Perlu adanya keterbukaan mengenai rincian harga setiap item agar masyarakat mengetahui komponen biaya yang dibayarkan. Dengan adanya rincian tersebut, publik dapat menilai apakah biaya yang dikenakan telah sesuai dengan kualitas dan kebutuhan yang diberikan,” ujar Fidiel, Selasa (23/6/2026).

Ia juga berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan resmi terkait dasar penetapan biaya perlengkapan tersebut, termasuk mekanisme pengadaan, rincian harga per item, serta apakah terdapat pilihan bagi orang tua untuk membeli perlengkapan secara mandiri dari luar sekolah.

Sejumlah orang tua berharap adanya perhatian dari instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir, guna memastikan seluruh proses pengadaan perlengkapan sekolah berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak memberatkan masyarakat.

Selain itu, para wali murid juga berharap adanya keterbukaan mengenai sistem pembayaran yang diterapkan, termasuk penggunaan rekening bank dalam proses pelunasan biaya perlengkapan sekolah.

Hingga berita ini ditulis, pihak SMP Negeri 1 Indralaya belum memberikan keterangan resmi terkait rincian biaya perlengkapan sekolah yang dikeluhkan oleh sejumlah wali murid tersebut. Laporan Ketua Tim Pewarta Indonesia

Berita Terkait

Dituduh Gelapkan Dana Desa, Kepala Desa Rindu Hati Siap Tempuh Jalur Hukum
Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo
Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Aksi Demo Jilit II, Kesal Karena Selalu Dibohongi, Puluhan Masa Jemur BH Wanita di Depan Pintu Masuk Polrestabes Medan
Diduga Langgar UU Lambang Negara dan Intimidasi Pers, Kelakuan Oknum Pemdes Sumber Sari Pemantik Kemarahan GWI
Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dampingi Petani Rawat Cabai
80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat
Deklarasi Bersejarah di Kota Bogor: Pelajar STM/SMK Bersatu Lawan Tawuran, Bullying dan Narkoba

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:39 WIB

Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung Resmi Layani Pesawat Jet Mulai 14 Agustus, Garuda Indonesia Buka Rute Perdana Bandung-Denpasar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:31 WIB

KDM dan Kapolda Jabar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan, Termasuk Knalpot Brong dan Tramadol

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Sinergi Pemerintah, TNI, Polri, dan Masyarakat Jadi Kunci Ciptakan Kondisi Aman dan Kondusif

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Utamakan Hak Pendidikan, Wali Kota Pasang Badan Demi 900 Siswa SDN 026 Bojongloa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kang Andhy Tawarkan Peluang Kerja Internasional untuk Wartawan Jabar

Minggu, 12 Juli 2026 - 00:12 WIB

Ribuan Warga Padati Festival Asia Afrika, Bandung Semakin Mendunia

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:01 WIB

PKC PMII Jawa Barat Soroti Paradoks Pembangunan, Angka Anak Tidak Sekolah hingga Program MBG

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:48 WIB

BADKO HMI Jawa Barat Gelar HMI GEMBIRA, Tebar Kebahagiaan Lewat Aksi Sosial

Berita Terbaru