Jejak Dugaan Perusakan Mangrove: Pembangunan Rumah Pribadi ASR Jadi Sorotan Tajam, EW-LMND Sultra Desak Pemerintah & APH Bertindak. 

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025 - 13:08 WIB

50101 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kendari 27 November 2025. Sorotan publik terhadap dugaan pengerusakan hutan mangrove di Sulawesi Tenggara kembali menguat setelah aktivitas pembangunan yang diduga rumah pribadi milik Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR) diduga menyebabkan hilangnya vegetasi mangrove di sekitar lokasi pembangunan.

Sejumlah dokumentasi dan hasil pantauan lapangan menunjukkan adanya perubahan drastis pada kondisi lokasi yang semula ditutupi mangrove. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa telah terjadi aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem pesisir demi kepentingan pembangunan rumah pribadi pejabat daerah tersebut.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons situasi itu, Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Sulawesi Tenggara mengeluarkan pernyataan keras mengecam dugaan pembabatan mangrove tersebut. Mereka menilai bahwa tindakan seperti ini, terlebih dilakukan dalam konteks pembangunan rumah pribadi seorang gubernur, merupakan preseden buruk bagi tata kelola lingkungan hidup di Sulawesi Tenggara.

“Kami melihat jejak-jejak aktivitas yang patut diduga mengarah pada pengerusakan mangrove. Terlebih lagi, pembangunan ini adalah rumah pribadi milik Gubernur Sultra ASR. Tidak boleh ada pengecualian dalam penegakan aturan lingkungan,” tegas Bung Halim Ketua EW-LMND Sultra.

EW-LMND menekankan bahwa mangrove adalah sistem penyangga ekologis yang tidak bisa diganti begitu saja. Kehilangannya akan berdampak langsung pada abrasi, hilangnya habitat pesisir, hingga ancaman terhadap keselamatan warga yang tinggal di sepanjang garis pantai.

EWLMND Sultra menyebut bahwa publik berhak mendapatkan penjelasan terbuka terkait apa yang sebenarnya terjadi di lokasi pembangunan. Ketertutupan informasi hanya akan menambah kecurigaan dan memperlebar jurang ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

> “Gubernur harus menjadi teladan dalam menjaga lingkungan. Jika justru pembangunan rumah pribadi menimbulkan dugaan kerusakan, maka pemerintah dan aparat penegak hukum wajib turun tangan tanpa ragu,” lanjut Bung Halim Ketua EW-LMND.

EW-LMND Sultra menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal isu ini, mengumpulkan data, dan menyuarakan kepentingan ekologis masyarakat pesisir Sultra secara konsisten.

“Ini bukan sekadar persoalan pembangunan pribadi, ini soal masa depan lingkungan Sultra. Pemerintah dan APH harus menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap kelestarian lingkungan,” tutup pernyataan tersebut.

Laporan : Redaksi

Berita Terkait

Koperasi Merah Putih di Jambi Hadapi Tantangan Keberlanjutan dan Tata Kelola
Dua Dugaan Skandal Di Dinkes: Publik Desak Kejari Purwakrta Usut Tuntas PLTS Dan BOK
Publik Menantikan Nyali Kejari Baru, Bongkar Skandal PLTS Dinkes Rp 18 Miliar
Musim Kemarau Panjang Picu Kebakaran Hutan Lindung Gunung Burangrang Purwakrta
Dituduh Gelapkan Dana Desa, Kepala Desa Rindu Hati Siap Tempuh Jalur Hukum
Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo
Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Aksi Demo Jilit II, Kesal Karena Selalu Dibohongi, Puluhan Masa Jemur BH Wanita di Depan Pintu Masuk Polrestabes Medan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Pemkab Bekasi Dukung Pembangunan GOR Voli Bintang Mahameru Tirta Bhagasasi

Senin, 22 Desember 2025 - 15:30 WIB

JPDN dan GBR Minta Kapolres Metro Bekasi Baru Segera Tuntaskan Kasus Pengeroyokan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:58 WIB

PWI Bekasi Raya: Kekuasaan Busuk Bupati Bekasi Tak Layak Dipertahankan

Minggu, 12 Oktober 2025 - 19:21 WIB

Mengungkap Cagar Budaya Petilasan Makom Karomah Adipati Singa Perbangsa di Pasirtanjung Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru