LMND Kendari Tolak Usulan Soeharto Sebagai Pahlawan: Soeharto Bukan Pahlawan. Negara Jangan Memutihkan Dosa Politik Orde Baru!

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025 - 19:13 WIB

5085 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kendari, 6 November 2025
Menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional, Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Kota Kendari (EK-LMND KENDARI) menyatakan sikap tegas menolak usulan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) yang berencana memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.

Bagi LMND Kota Kendari, usulan ini bukan hanya bentuk kekeliruan sejarah, tetapi juga merupakan penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi yang diperjuangkan oleh rakyat Indonesia. Pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto berarti menghapus jejak kejahatan kemanusiaan, mendistorsi kebenaran sejarah, dan melegitimasi kembali warisan tirani Orde Baru yang selama 32 tahun menindas rakyat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Soeharto bukan pahlawan, ia simbol kediktatoran militer, pelanggaran HAM, dan perampasan hak-hak rakyat. Memberinya gelar pahlawan berarti negara sedang berupaya memutihkan dosa politik masa lalu,” tegas Jordi Apriyanto, Ketua LMND Kota Kendari.

LMND Kota Kendari menilai, selama kekuasaannya, Soeharto telah membungkam demokrasi, memenjarakan ribuan aktivis, serta melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat dalam tragedi 1965–1966 dan berbagai peristiwa represi di tahun-tahun berikutnya. Rezimnya menindas kaum buruh, merampas tanah petani, mengekang kebebasan pers, serta menyerahkan kekayaan bangsa ke tangan modal besar dan kroni politik.

“Usulan ini menunjukkan bahwa negara masih dikuasai oleh warisan politik Orde Baru,” lanjut Jordi.
“Alih-alih memberikan keadilan bagi korban pelanggaran HAM, negara justru memilih mengabadikan simbol penindasan sebagai pahlawan bangsa. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan.”

LMND Kota Kendari menegaskan bahwa kepahlawanan sejati tidak lahir dari kekuasaan, melainkan dari perlawanan terhadap penindasan. Karena itu, Soeharto tidak pantas disebut pahlawan. Kepahlawanan sejati adalah milik rakyat kecil, buruh, petani, mahasiswa, dan kaum miskin kota, yang berjuang menegakkan keadilan sosial, melawan eksploitasi, dan menolak kekerasan negara.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap manipulasi sejarah ini, LMND Kendari menyerukan kepada seluruh kekuatan progresif, mahasiswa, organisasi rakyat, dan gerakan sosial di seluruh Indonesia untuk menggelar aksi penolakan dan konsolidasi nasional.
Tujuannya adalah memperkuat solidaritas rakyat dalam melawan segala bentuk glorifikasi terhadap tirani serta memperjuangkan pengakuan atas kebenaran sejarah dan keadilan bagi korban.

“Kami menyerukan kepada seluruh rakyat untuk tidak diam. Jangan biarkan sejarah ditulis oleh para penindas. Tugas generasi hari ini adalah melawan upaya pemutihan sejarah dan menegakkan kebenaran,” pungkas Jordi Apriyanto.
“Kepahlawanan sejati adalah keberanian untuk melawan penindasan, bukan menjadi alat penindas itu sendiri.”

Dengan demikian, LMND Kendari secara tegas menolak usulan Kemensos RI untuk menjadikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, serta mendesak negara untuk:

1. Membatalkan usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.
2. Mengakui dan mengadili pelanggaran HAM masa Orde Baru.
3. Menghentikan segala bentuk glorifikasi terhadap rezim yang menindas rakyat.

“Tidak ada kepahlawanan dalam tangan yang berlumur darah rakyat.”
“Soeharto bukan pahlawan, ia penjahat kemanusiaan yang harus diadili oleh sejarah.”

Laporan : Redaks

Berita Terkait

Dituduh Gelapkan Dana Desa, Kepala Desa Rindu Hati Siap Tempuh Jalur Hukum
Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo
Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Aksi Demo Jilit II, Kesal Karena Selalu Dibohongi, Puluhan Masa Jemur BH Wanita di Depan Pintu Masuk Polrestabes Medan
Diduga Langgar UU Lambang Negara dan Intimidasi Pers, Kelakuan Oknum Pemdes Sumber Sari Pemantik Kemarahan GWI
Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dampingi Petani Rawat Cabai
80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat
Deklarasi Bersejarah di Kota Bogor: Pelajar STM/SMK Bersatu Lawan Tawuran, Bullying dan Narkoba

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:39 WIB

Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung Resmi Layani Pesawat Jet Mulai 14 Agustus, Garuda Indonesia Buka Rute Perdana Bandung-Denpasar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:31 WIB

KDM dan Kapolda Jabar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan, Termasuk Knalpot Brong dan Tramadol

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Sinergi Pemerintah, TNI, Polri, dan Masyarakat Jadi Kunci Ciptakan Kondisi Aman dan Kondusif

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Pemprov Jabar Kawal Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah Agar Sejahterakan Rakya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kang Andhy Tawarkan Peluang Kerja Internasional untuk Wartawan Jabar

Minggu, 12 Juli 2026 - 00:12 WIB

Ribuan Warga Padati Festival Asia Afrika, Bandung Semakin Mendunia

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:01 WIB

PKC PMII Jawa Barat Soroti Paradoks Pembangunan, Angka Anak Tidak Sekolah hingga Program MBG

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:48 WIB

BADKO HMI Jawa Barat Gelar HMI GEMBIRA, Tebar Kebahagiaan Lewat Aksi Sosial

Berita Terbaru