JAKARTA,27/12/2025 | Kinerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dadan Hindayana beserta seluruh jajaran sepanjang tahun 2025 dinilai menunjukkan capaian yang signifikan dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menggerakkan perekonomian nasional dari tingkat bawah
hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Pemuda Pemeehati Indonesia ( DPP LPPI ) Dedi Siregar ” Melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berhasil menciptakan efek ekonomi yang luas dan berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, program ini telah menyerap anggaran besar yang sebagian besar dialokasikan untuk pembelian bahan pangan dari produsen dalam negeri ”
Sekitar 70 persen anggaran Program MBG digunakan untuk pengadaan bahan baku pangan, yang secara langsung melibatkan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM pangan, serta jaringan distribusi lokal. Hal ini mendorong peningkatan permintaan, memperkuat daya beli, dan menghidupkan roda ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
“Capaian BGN di tahun 2025 menunjukkan bahwa kebijakan gizi dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi rakyat. Program ini membuktikan bahwa negara hadir tidak hanya memberi manfaat sosial, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Dedi Siregar
Kami menilai keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan Kepala BGN Prof. Dadan Hindayana yang responsif, kerja kolaboratif lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat dan tim di lapangan. Program MBG telah menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan publik dapat dirancang secara inklusif dan berdampak multiplikatif
Sejak diluncurkan pada Januari 2025, Program MBG tercatat telah melayani sekitar 55 juta penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nasional.
Dalam pelaksanaannya, Program MBG mengelola anggaran sekitar Rp 850 miliar per hari. Dari total anggaran tersebut, sekitar 70 persen dialokasikan untuk pembelian bahan baku pangan, yang secara langsung mendorong pergerakan ekonomi di tingkat akar rumput.
“Program MBG ini bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional. Petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM pangan, hingga relawan di lapangan ikut merasakan dampak positifnya,” Ujar Dedi Siregar yang merupakan ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Wasbliyah Prov.DKI Jakatta itu
Kami menilai keberhasilan Program MBG menunjukkan adanya perencanaan yang matang, koordinasi lintas sektor yang kuat, serta komitmen serius dari BGN dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Program ini juga dinilai mampu menciptakan efek berantai yang positif, mulai dari peningkatan kesejahteraan produsen pangan lokal hingga penguatan ekonomi daerah.
Oleh dari itu berharap capaian ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan, baik dari sisi kualitas layanan, pemerataan distribusi, maupun transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program. Selain itu, Dedi Siregar menambahkan kami mendorong agar keberhasilan Program MBG dapat menjadi model kebijakan publik yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Sebagai lembaga independen yang konsisten mengawal kebijakan publik, kami DPP LPPI menyatakan komitmen untuk terus memberikan masukan konstruktif serta melakukan pengawasan partisipatif demi terwujudnya Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaulat.
Salam Hormat,
Dewan Pimpinan Pusat
Lembaga Independen Pemuda Pemerbati Indonesia
Ketua Umum
Dedi Siregar






























