CIANJUR, CIJEDIL – Di antara riuhnya kesibukan pemerintahan desa, Kepala Desa Cijedil, Pudin atau yang akrab disapa Dino, melangkah tenang menyusuri jalan kampung yang berdebu. Tujuannya bukan ke kantor, bukan pula ke rapat, melainkan ke rumah seorang warganya yang sedang sakit di Kampung Cijedil RT 01 RW 02, Kecamatan Cugenang, Rabu (10/10/2025).
Kades Dino tak sendiri. Ia didampingi Babinsa dan Babinmas Desa Cijedil, membawa ketulusan yang sederhana namun berharga, menjenguk warga yang tengah diuji sakit, Bapak Bidin (65), suami dari Hj. Khodijah (60) istrinya sosok guru ngaji yang selama ini menjadi pelita bagi anak-anak di lingkungannya.

“Beliou ini bukan hanya guru ngaji, tapi penjaga cahaya ilmu di kampung kami. Sudah sepantasnya kami hadir memberi semangat, sekadar memastikan beliau tahu, bahwa desa dan masyarakat tetap peduli,” ujar Kades Dino dengan nada haru.
Kunjungan itu bukan sekadar rutinitas, tetapi cermin kepedulian. Sepanjang perjalanan menuju rumah warga, Dino juga sempat menyapa beberapa penduduk yang ditemuinya. Senyum dan obrolan ringan menjadi jembatan antara pemimpin dan rakyatnya, sederhana tapi bermakna.
“Sebagai kepala desa, kami tidak hanya memimpin dari balik meja, tapi juga harus turun ke lapangan. Menengok warga yang sakit adalah bentuk kepedulian yang lahir dari hati. Karena kepemimpinan tanpa sentuhan kemanusiaan hanyalah jabatan tanpa ruh,” ungkapnya.
Bagi Dino, menjenguk warga bukan sekadar menunaikan tugas, tapi juga merawat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Dalam langkah kecilnya hari itu, tersimpan makna besar, bahwa seorang pemimpin sejati bukan hanya hadir saat perayaan dan pembangunan, tapi juga di kala warganya sedang terbaring lemah, membutuhkan uluran tangan dan doa.(Rst)
































