Peringati HUT RI, Srimanganti Nusantara Gelar Dialog Parenting dan Gerakan Second Chance di Cianjur

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 12:19 WIB

50105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pacet –Srimanganti Nusantara berkolaborasi dengan Warung Teteh menggelar Dialog Parenting bertema “Keluarga Merdeka, Anak Terlindungi: Membangun Generasi Tangguh di Era Digital” di Warung Teteh, Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Sabtu (16/8/2025).

Acara ini dihadiri masyarakat sekitar, perangkat Desa Gadog, serta Karang Taruna. Dialog resmi dibuka oleh Lolly Suhenty, S.Sos.I., M.H., Komisioner Bawaslu sekaligus pemilik Warung Teteh.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Aprianti Marwah, perwakilan Srimanganti Nusantara sekaligus komunitas Second Chance, kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

“Spiritnya tetap semangat kemerdekaan. Selama tiga hari kami hadir di Cianjur karena ingin kembali ke masyarakat, membidik potensi warga lokal, khususnya di Gadog,” ujarnya.

Aprianti menambahkan, isu utama yang diangkat adalah tantangan pengasuhan anak di era digital, terutama terkait penggunaan gawai berlebihan.

“Masalah parenting ini universal. Anak-anak di Cianjur pun menghadapi hal yang sama, terlalu lama bermain gadget hingga memengaruhi sekolah dan aktivitas mengaji. Kami ingin berbagi perspektif hak anak, pendidikan, dan psikologi,” jelasnya.

Dialog menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan KPAD Jawa Barat, KPI Pusat, serta influencer muda.

Selain parenting, kegiatan ini juga disinergikan dengan gerakan sosial Second Chance, yang mengusung kampanye pengurangan sampah pakaian melalui donasi dan penjualan busana layak pakai dengan harga terjangkau. Koleksi pakaian dari warga, termasuk milik Lolly Suhenty, dipajang di Warung Teteh dengan harga mulai Rp5.000.

“Budaya konsumsi tinggi membuat pakaian cepat jadi sampah. Dengan konsep ini, pakaian bisa diputar lagi, didonasikan, atau dijual murah agar lebih bermanfaat,” tambah Aprianti.

Melalui kegiatan kolaborasi ini, panitia berharap dapat membangun kesadaran orang tua akan pentingnya pengasuhan di era digital, sekaligus menghadirkan alternatif solusi untuk isu lingkungan melalui gerakan berbasis komunitas. (Rst)

 

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemkab Bekasi Larang Keras Pungli dan Jual Beli Kursi di SPMB 2026/2027

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:00 WIB

Tingkatkan Mutu Guru, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Evaluasi Kinerja Kurikulum SD

Minggu, 19 April 2026 - 09:50 WIB

JEJAK SETAPAK PELAYAN RUMAH TUHAN

Jumat, 17 April 2026 - 19:19 WIB

70 TKA Tak Dideportasi, Disinyalir Ada Permainan

Selasa, 14 April 2026 - 21:26 WIB

Galian Kabel Optik di Jalan Lingkar Sukatani Abaikan K3, Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 8 April 2026 - 21:38 WIB

“No Money, No Project!” Terungkap 154 Paket Proyek Mengalir Ke SRJ di Tahun 2024

Rabu, 8 April 2026 - 08:56 WIB

Apresiasi Mengalir untuk KPK dan PN Tipikor Bandung Atas Pengungkapan Kasus Korupsi APBD Bekasi

Sabtu, 4 April 2026 - 13:50 WIB

Polisi Bantah Langgar SOP, Kegagalan Disebabkan Tak Ada Pejabat Eksekutif Temui Pendemo

Berita Terbaru